Menghancurkan Batu Ginjal

Telah diakui, ilmu kedokteran semakin maju pesat. Segala sarana penunjang pengobatan lengkap dan canggih. Semua obat-obatan telah diuji klinis secara ketat sehingga khasiat formulanya benar-benar sudah teruji. Namun, dibalik kecanggihannya ada sisi kekurangan yang diakui juga para pekerja medis. Kekurangannya yaitu tidak semua penyakit mampu disembuhkan oleh obat-obatan medis, terutama penyakit degeneratif. Aspek lain yang masih menjadi masalah sebagian besar masyarakat adalah biaya pengobatan yang relatif mahal. Selain itu, obat kimia yang dikonsumsi beresiko tidak baik bagi tubuh. Efek yang ditimbulkan dapat merusak organ-organ tubuh, seperti ginjal dan hati. Oleh karena itu, sering terjadi mengobati penyakit, tetapi memunculkan komplikasi penyakit lain.

Biasanya pendekatan pengobatan medis terhadap penderita batu ginjal ditempuh dengan dua cara. Pertama, penderita dianjurkan untuk melakukan pencegahan dan pengobatan mandiri. Caranya, minum air putih sebanyak-banyaknya atau sekurang-kurangnya dua liter setiap hari agar garam-garam yang ada dikandung kemih tidak keruh dan mengkristal. Upaya lain, batasi konsumsi makanan yang banyak mengandung zat kalsium oksalat dan asam urat. Obat-obatan yang diberikan memiliki beberapa tujuan, di antaranya :

- Menghancurkan atau meluruhkan batu di saluran kemih.
- Menghambat pembentukan batu yang mungkin terbentuk
- Menghilangkan rasa sakit (nyeri, demam)
- Mengatasi komplikasi atas penyakitnya, dan
- Mengatasi kelainan dari penyebab faktor kimiawi dengan efek menurunkan kadar kalsium (oksalat, fosfat), menurunkan kadar asam urat, mencegah atau mengobati infeksi, dan menormalkan pH air kemih (asam-basa).

Jika belum ada kemajuan dengan obat-obatan tersebut maka dilakukan pemeriksaan dengan rontgen di bagian pinggang. Jika ternyata batu-batu di saluran kemih (ginjal, ureter, atau kandung kemih) masih ada dan diperkirakan batunya relatif besar maka tindakan selanjutnya adalah pengambilan batu dengan cara operasi atau pembedahan.

Karena pelaksanaan operasi terbuka maka penderita akan merasakan sakit sehingga biasanya dilakukan pembiusan total. Cara lain, yaiu menggunakan alat canggih dan modern untuk mengatasi batu ginjal dan batu saluran kemi yang dikenal dengan nama extracorporeal shock wave lithotripsy. Alat ini memiliki arti menghancurkan batu dengan gelombang kejut dari luar tubuh. Dengan pengobatan ESWL, pasien tidak mengalami luka sedikit pun dan tidak memerlukan pembiusan.

Posted in Penghancur Batu Ginjal | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penghancur Batu Ginjal

Alat ekskresi utama pada manusia adalah ginjal. Ginjal dapat terganggu oleh berbagai hal yang dapat menimbulkan penyakit dan kelainan pada tubuh. Beberapa penyakit yang dapat mengganggu fungsi ginjal adalah sebagai berikut :

  1. Kencing manis (diabetes mellitus) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya hormone insulin sehingga urin banyak mengandung gula
  2. Kerusakan pada glomerulus akibat infeksi kuman sehingga urea dan asam urine masuk kembali ke darah. Adanya kerusakan pada alat filtrasi di ginjal, yaitu glomerulus menyebabkan urine mengandung albumin dan protein.
  3. Beser seni (diabetes insipidus) adalah suatu gangguan pada system ekskresi yang ditandai dengan kencing terus menerus karena naiknya jumlah urine. Beser seni disebabkan tubuh kekurangan hormone antidiuretik (ADH)
  4. Membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat dialirkan ke luar ginjal. Hal ini disebabkan terjadinya penyempitan saluran di ginjal oleh batu ginjal. Terjadinya batu ginjal ini karena adanya pengendapan bahan-bahan kimia, seperti kalsium, fosfatdan asam oksalat pada saluran ginjal.

Upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan pada system ekskresi? Berikut akan diuraikan beberapa cara penannggulangan dan penhanvur batu ginjal. Adanya endapan bahan-bahan kimia seperti kalsium, fosfat, dan asam oksalat pada saluran ginjal menyebabkan terganggunya pembuangan urine. Ukuran endapan ini bervariasi dari ukuran mikroskopis sampai yang terbesar, sebesar bola golf. Penyakit ini dibiarkan akan menyebabkan gagal ginjal (tidak berfungsinya ginjal). Oleh karena itu, penanganan perlu segera diberikan. Pengobatan penyakit ini dapat menggunakan resep tradisional (dengan menggunakan berbagai tumbuhan obat) hingga menggunakan teknologi modern, seperti penggunaan laser untuk penghancur batu ginjal.

Berikut ini disajikan resep obat tradisional penghancur batu ginjal :

Bahan :

  1. Meniran dengan akarnya 3 batang
  2. Daun kumis kucing ½ genggam
  3. Daun kiji beling 5 lembar
  4. Daun tempuyung 7 lembar
  5. Akar alang-alang

cara membuat :

Semua bahan dicuci dan direbus dengan 5 gelas air hingga tinggal 3 gelas. Angkat dan saring. Diminum sesudah makan 3 kali sehari ½ gelas. Lakukan sebulan penuh.

Hal yang harus diperhatikan dalam penyakit batu ginjal adalah :

  1. Jangan meminum obat penghancur batu ginjal sebelum disarankan dokter.
  2. Untuk menghilangkan rasa nyeri gunakan kompres panas atau berendam dalam air hangat dan segera ke dokter ata pelayanan kesehatan.

Gejala penyakit ginjal tidak khas :

  1. Umumnya gejala timbul setelah fungsi ginjal tinggal 25%.
  2. Gejala meliputi letih, lesu, kulit pucat, kadar ureum tinggi, pusing karena tekanan darah tinggi, mual, danmuntah
  3. Sering  keliru dikira gejala maag atau flu

 

Posted in Penghancur Batu Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ramuan Penghancur Batu Ginjal

Pengobatan tradisional menggunakan ramuan herbal bukan pengobatan baru, tetapi sudah dilakukan nenek moyang dari zaman dulu. Justru, sampai sekarang semakin maju. Beragam jenis tanaman obat sudah diteliti di berbagai perguruan tinggi guna mengetahui zat yang terkandung di dalamnya dan efek yang ditimbulkan senyawa kimia pada tanaman tersebut. Kelebihan yag tidak dimiliki obat kimia, tetapi ada pada tanaman obat, yaitu tanpa efek samping dan aman dikonsumsi jika mengikuti petunjuk ahlinya (herbalis). Selain bersifat alami, ramuan tanaman obat mudah didapat, bisa diperoleh sendiri tanpa biaya. Jika pun harus berkonsultasi ke pengobat herbal maka biayanya reatif ringan dan terjangkau masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada dasarnya, konsep pengobatan dengan tanaman obat untuk gangguan batu ginjal sama dengan medis. Sama-sama bertujuan agar batu yang ada di ginjal maupun di saluran kemih dapat hancur dan luruh bersama air kemih. Selain menghilangkan batunya, biasanya ramuan herbal dilengkapi dengan herba lain yang berfungsi untuk mengatasi gangguan pengikut batu ginjal. Penanganan tersebut meliputi infeksi atau peradangan, rasa sakit (nyeri), dan pendarahan. Selain itu, tanaman penyerta juga menangani komplikasi, seperti tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis atau kolesterol.

Walaupun demikian, pengobatan tanaman obat tidak bisa berdiri sendiri sehingga masih diperlukan bantuan medis. Utamanya menyangkut identifikasi gejala yang dirasakan dan kepastian menderita gangguan batu ginjal atau tidak. Untuk mengetahuinya, perlu pemeriksaan rontgen atau CT Scan pada daerah yang sakit (pinggang). Jika benar terdapat batu pada ginjal, ureter atau kandung kemih baru dilakukan pengobatan menggunakan tanaman obat yang memiliki efek mengatasi batu ginjal.

Umumnya, ramuan herbal terdiri atas beberapa campuran tanaman obat yang memiliki efek tertentu. Berikut ini keunggulan tanaman obat dalam mengatasi gangguan batu ginjal :

1. Penghancur batu (Antilitik)

Utamanya dalam ginjal, saluran kemih, atau kandung kemih terdapat batu-batu yang ukurannya relatif besar. Dengan ramuan herbal, diharapkan batu hancur, kemudian keluar bersama air kencing. Pemakaian tanaman obat penghancur batu harus hati-hati. Karena sifatnya keras maka gunakan dosis kecil. Pemakaian ramuan ini kadang menimbulkan efek pendarahan pada dinding saluran kencing karena goresan batu tersebut. Oleh karena itu, saat kencing bisa keluar darah dan disertai rasa sakit atau nyeri.

2. Peluruh Batu

Ramuan tanaman obat diberikan jika hasil rontgen menunjukkan batu di dalam ginjal atau saluran kencing relatif kecil atau bahkan lembut. Oleh karena itu, cukup berikan tanaman obat yang kerjanya tidak begitu keras (hanya meluruhkan batu). Umumnya, tanaman yang berefek peluruh batu juga berkhasiat memperbanyak atau memperlancar air seni. Akibatnya, kantong penyimpanan air seni dibersihkan asalkan banyak minum air putih.

3. Anti-Inflamasi (Peradangan)

Gangguan batu ginjal kadang menimbulkan peradangan disaluran kemih. Oleh karena itu, ramuan perlu dilengkapi anti-peradangan.

4. Anti-Infeksi (Antibiotik)

Pemberian tanaman berefek antibiotik tergantung gejala yang dirasakan. Namun sebagai antisipasi, tidak ada salahnya disertakan pada ramuan karena sifatnya aman.

5. Anti-Demam (Antipiretik)

Pemberian tanaman antidemam hanya diberikan jika memang ada gejala demam dan menggigil

6. Penghilang Rasa Sakit (Analgesik)

Pada kebanyakan kasus batu ginjal, penderita sering mengalami rasa sakit, bahkan ada yang sangat sakit. Tanaman penghilang rasa sakit perlu diberikan beserta tanaman obat utama.

7. Menghentikan Pendarahan (Hemostatik)

Jika gangguan batu ginjal disertai pendarahan saat buang air kecil maka ramuannya dapat dicampur dengan tanaman yang berefek menghentikan pendarahan.

Posted in Penghancur Batu Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menghilangkan Batu Ginjal

Ada beberapa tanaman, baik dalam bentuk daun, daun dan batang, akar, rimpang, atau keseluruhan tanaman yang digunakan sebagai obat untuk menghancurkan batu ginjal. Contohnya belimbing wuluh, kumis kucing, keji beling gempur batu, meniran, keci beling mentimun, pepaya dan temulawak. Ternyata tempuyung (Sonchus arvensis) memiliki kelebihan dari segi keampuhan dan keamanan dalam penggunaannya sebagai tanaman obat penghancur batu ginjal. Kelebihan tempuyung ini sudah diakui oleh banyak pakar pengobat dari tanaman. Batu ginjal merupakan endapan CaCO3 atau kalsium karbonat, oksalat, dan urat pada ginjal atau kandung kemih. Batu ginjal menyebabkan gagal ginjal yang secara medis dapat diobati dengan cara operasi atau penembakan sinar laser.

Pengobatan penyakit dengan tanaman obat memerlukan kesabaran dari pasien. Pengobatan penyakit dengan tanaman obat memerlukan kesabaran dari pasien. Penyakit tidak sembuh dengan hanya mengonsumsi tanaman obat dalam satu atau dua hari saja. Namun, dibutuhkan interval waktu tertentu agar tercapai titik optimal dalam periode pengobatan. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pengobatan penyakit dengan menggunakan tanaman obat yaitu pantangan, anjuran, dan psikologi penderita penyakit.

Seseorang yang sedang menjalani pengobatan dengan ramuan obat dari tanaman tempuyung harus tetap berpantangan terhadap jenis-jenis makanan tertentu yang sesuai dengan penyakit yang dideritanya. Contohnya, penyakit ginjal dengan asam urat dilarang mengonsumsi makanan-makanan seperti bayam, emping, nangka, jeroan, otak dan lemak.

Disamping melakukan pantangan, penderita sebaiknya melaksanakan anjuran yang daat mendukung proses penyembuhan penyakit. Kegiatan tersebut di antaranya olahraga ringan, minum air yang cukup, minum jus tanaan tertentu yang dianjurkan sesuai dengan penyakitnya, serta menjalani terapi pengobatn lain (akupuntur, refleksi, yoga, atau chikung).

Ramuan untuk Pengobatan Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal dapat dideteksi dengan cepat melalui kehadiran darah atau protein dalam air kencing. Penyebab utama adanya darah dalam air kencing adalah adanya infeksi atau akibat gesekan batu-batu dalam saluran kencing dan dalam ginjal ketika terjadi proses pengeluaran air kencing dan dalam ginjal ketika terjadi proses pengeluaran air kencing serta perkembangan sel yang tidak normal di daerah tersebut. Biasanya, dalam kondisi tersebut seseorang bisa dinyatakan terkena kanker ginjal atau kanker saluran kencing.

Adanya protein dalam air kencing bisa dijadikan indikasi terjadinya penurunan fungsi ginjal sebagai penyaring darah. Kondisi ini diakibatkan oleh keadaan ginjal yang tidak berfungsi secara normal atau penyaringanya tidak ketat sehingga protein lolos. Dalam keadaan normal, protein tidak boleh lolos dan harus dialirkan ke seluruh tubuh.

Kerusakan ginjal atau peradangan mengakibatkan adanya darah dan protein dalam air kencing. Keadaan ini akan menimbulkan penderitaan yang berat bagi penderitanya, seperti rasa tidak enak, mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, bahkan diare. Penderita tertentu akan mengalami gangguan pernapasan, badan panas, tekanan darah naik, dan pembengkakan jaringan di kelopak mata atau kaki yang akan berkembang menjadi pembengkakan jaringan di tubuh bagian bawah. Jika ditekan, daerah tersebut akan terasa sakit.

Penyakit batu ginjal sering dialami masyarakat tanpa mengenal golongan. Batu pada ginjal atau saluran kemih terbentuk dari berbaga senyawa dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Senyawa batu brupa batu oksalat, urat, CaCO3 dan lemak. Dalam kondisi tertentu, senyawa oksalat berbentuk larutan sehhingga dapat dikeluarkan dari tubuh elalui air kencing. Namun, dalam kondisi yang lain senyawa tersebutdapat berekasi dengan ion kalsium (kapur) membentuk kalsium oksalat yang sukarlarut dan cenderung membentuk kristal. Semakin lama kristal tersebut akan semakin besar sehingga membentuk gumpalan batu. Batu dalam senyawa tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal dan saluran kemih.

Gejala yang dirasakan oleh penderita penyakit ginjal adalah demam dan timbul rasa nyeri yang hebat di daerah pinggang. Pada golongan usia lanjut, gejala batu ginjal bukan hanya panas atau rasa nyeri, melainkan timbul kegelisahan atau bingung, dan yang ekstrem tidak bisa mengeluarkan air kencing. Rasa sakit diakibatkan ginjal berusaha mengeluarkan batu yang menyumbat tergantung dari ukuran batu.

Batu yang berukuran kecil biasanya berhasil dikeluarkan oleh ginjal, kemudian masuk ke dalam kantung kemih. Kadang-kadang batu yang masih berbentuk pasir kecil dapat dikeluarkan saat kencing tanpa mengalami keluhan. Biasanya, keluhan terjaii ketika batu sudah cukup besar. Gerakan batu ketika terjadi proses pengeluarannya akan melukai dinding saluran kemih sehingga dapat menimbulkan infeksi. Tanda infeksi dapat terlihat pada air kencing yang mengandung darah atau air kencing yang berwarna merah.

Jika tidak diobati, batu ginjal tersebut akan semakin membesar sehingga pengeluaran secara alami sulit terjadi. Semakin besar batu dalam ginjal akan menghambat proses pengeluaran air kencing. Secara medis, penanganannya dapat dilakukan dengan mengeluarkan batu melalui operasi. Batu ginjal yang sudah dikeluarkan mungkin bisa tumbuh lagi jika, penyebabnya belum ditangani, termasuk pengaturan pola makan.

Pencegahan merupakan upaya terbaik yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit batu ginjal. Salah satu caranya adalah mengatur konsumsi makanan dan mengonsumsi air yang cukup. Mengonsumsi air yang cukup dapat membantu mengeluarkan batu-batu berukuran kecil melalui pembuangan urin sehingga tidak ada kesempatan untuk membentuk batu ginjal yang besar.

Cara penanggulangan batu ginjal dengan tanaman obat adalah dengan memahami kondisi ginjal. Asumsi yang dipakai adalah batu dalam ginjal dapat dilarutkan, infeksi dan radang dihilangkan, kerusakan pada ginjal dan lingkungan yang mendukung kerja ginjal dapat derbaiki.

Pendekatan Pengobatan

- Batu ginjal yang terbentuk oleh pengendapan senyawa mineral dan organik, sehingga batu ginjal akan berkurang dan hilang oleh adanya pelarutan batu. Pelarutan batu terjadi oleh air minum dan tanaman obat yang berfungsi diuretik dan menghancurkan batu.

- Batu dalam ginjal menimbulkan infeksi, peradangan, dan mungkin perdarahan, sehingga perlu diobati dengan tanaman obat yang berfungsi antibiotik, anti-inflamasi, dan hemostatik.

Pengobatan bisa dilakukan dengan kapsul tanaman obat. Kapsul tempuyung diminum 3 x 2 sehari, kapsul meniran diminum 3 x 1 sehari dan kapsul tapak liman diminum 3 x 1 sehari. Selain dengan kapsul, pengobatan juga bisa menggunakan tanaman kering (simplisia kering). Ketiga tanaman, masing-masing sebanyak 10-15 gram direbus di dalam lima gelas air sampai tersisa tiga gelas. Perebusan dilakukan didalam panci tanah (kendi), email, atau panci kaca. Air rebusannya diminum 3 x 1 gelas, satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan.

Selain dengan tnaaman obat, penderita batu ginjal sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang menjadi pantangannya, seperti jeroan, bayam, buncis, kapri, makanan pedas, dan makanan asin.

Posted in Penghancur Batu Ginjal | Tagged , , , , , | Leave a comment